Hai! Apa kabar Sobat semua? Saya yakin Anda sehat. Jika tidak, smoga Sobat lekas sembuh dari penyakitnya? Kali ini kita akan membuka tema tentang Belajar dari Kebodohan."Hei kawan, selamat pagi.
Cerita ini ditulis di perpustakaan pusat kampusku, tempatku biasa menghabiskan waktu untuk mengerjakan tugas, belajar, atau bahkan sekadar online. Pagi ini aku merasa gagal (lagi). Yah di minggu-minggu terakhir kuliah sebelum libur ini, aku gagal menghadiri satu kelas karena alasan yang sangat sepele. Bahkan aku malu untuk mengatakannya, KETIDURAN.
Kelas dimulai pukul 9 pagi. Aku sudah bangun sejak pukul 6 tadi pagi, segera bergegas memasak nasi, menyiapkan sarapan, dan lain-lain. Kebodohan itu dimulai setelah sarapan, apalagi setelah badan ini menempel dengan kasur. Kantuk datang menyerang, aku pun tertidur. Bangun pukul 8.30, segera mandi dan kulihat jam sudah menunjukkan pukul 8.50. Aku bersiap-siap secepat kilat dan jam menunjukkan pukul 8.55. Habislah aku. Pasti akan terlambat sampai di kelas. Sesungguhnya kelas dimulai pukul 8 pagi, tetapi dosenku mengundurnya menjadi jam 9 pagi dengan catatan beliau tidak ingin ada yang terlambat. Akhirnya setelah melalui sedikit pertimbangan dan karena tidak ingin menghancurkan mood sang dosen, aku memutuskan untuk tidak masuk kelas.
Di sinilah aku sekarang, di perpustakaan menulis cerita ini. Merasa gagal. Kenapa?
Bisa dibilang aku termasuk orang yang perfeksionis. Sebisa mungkin aku mengusahakan segala sesuatunya berjalan sempurna, termasuk kehadiranku di kelas. Sejak dulu aku jarang sekali tidak masuk sekolah/kuliah jika aku tidak benar-benar berhalangan untuk hadir. Sakit pun seringkali aku tetap memaksakan diri untuk masuk. Dan hari ini aku tidak masuk karena kebodohanku yang begitu payah, yang sebenarnya bisa tidak terjadi. Sederhana memang, tetapi sungguh aku merasa gagal. Perasaan yang sama ketika aku harus tidur larut malam lantaran mengejar deadline esok hari, padahal karena aku menunda-nunda pekerjaan dan akhirnya harus mengebutnya dalam semalam.
Aku benci seperti ini.
Aku benci diriku sendiri.
Masih terlalu payah mengatur waktu. Terlalu manja pada diri sendiri. Tidak disiplin. Mau jadi apa kalau seperti ini terus? Pasti akan membuat kinerjaku payah jika aku tak segera memperbaikinya. Ya, memperbaikinya. Berulang kali aku berjanji pada diri sendiri dan berusaha untuk belajar dari pengalaman, tidak mengulangi perbuatan-perbuatan bodoh seperti ini. Belajar untuk menghargai waktu tiap detiknya, belajar mengerjakan segala sesuatunya sekarang bukan nanti atau besok, belajar tidak berleha-leha dan tidak menunda pekerjaan. Semuanya masih dalam tahap belajar. Aku belajar menjadi keras pada diriku sendiri. Sebab jika bukan aku, siapa lagi?
Yah begitulah sedikit ceritaku pagi ini. Hingga saat ini aku akan terus belajar dari kebodohanku tersebut. Aku tak mau kelak di masa depan aku gagal akan hal besar hanya karena aku tidak bisa mengatasi kebodohanku yang sepele ini. Aku harus semangat, tegas, dan disiplin pada diriku. Tidak boleh manja dan bersantai-santai. Ayo Khezia semangat! Terus belajar dari setiap proses yang ada. Yak, SEMANGAT!"
Source : http://enjoy-mine.blogspot.com/2014/06/belajar-dari-kebodohan.html
Cerita ini ditulis di perpustakaan pusat kampusku, tempatku biasa menghabiskan waktu untuk mengerjakan tugas, belajar, atau bahkan sekadar online. Pagi ini aku merasa gagal (lagi). Yah di minggu-minggu terakhir kuliah sebelum libur ini, aku gagal menghadiri satu kelas karena alasan yang sangat sepele. Bahkan aku malu untuk mengatakannya, KETIDURAN.
Kelas dimulai pukul 9 pagi. Aku sudah bangun sejak pukul 6 tadi pagi, segera bergegas memasak nasi, menyiapkan sarapan, dan lain-lain. Kebodohan itu dimulai setelah sarapan, apalagi setelah badan ini menempel dengan kasur. Kantuk datang menyerang, aku pun tertidur. Bangun pukul 8.30, segera mandi dan kulihat jam sudah menunjukkan pukul 8.50. Aku bersiap-siap secepat kilat dan jam menunjukkan pukul 8.55. Habislah aku. Pasti akan terlambat sampai di kelas. Sesungguhnya kelas dimulai pukul 8 pagi, tetapi dosenku mengundurnya menjadi jam 9 pagi dengan catatan beliau tidak ingin ada yang terlambat. Akhirnya setelah melalui sedikit pertimbangan dan karena tidak ingin menghancurkan mood sang dosen, aku memutuskan untuk tidak masuk kelas.
Di sinilah aku sekarang, di perpustakaan menulis cerita ini. Merasa gagal. Kenapa?
Bisa dibilang aku termasuk orang yang perfeksionis. Sebisa mungkin aku mengusahakan segala sesuatunya berjalan sempurna, termasuk kehadiranku di kelas. Sejak dulu aku jarang sekali tidak masuk sekolah/kuliah jika aku tidak benar-benar berhalangan untuk hadir. Sakit pun seringkali aku tetap memaksakan diri untuk masuk. Dan hari ini aku tidak masuk karena kebodohanku yang begitu payah, yang sebenarnya bisa tidak terjadi. Sederhana memang, tetapi sungguh aku merasa gagal. Perasaan yang sama ketika aku harus tidur larut malam lantaran mengejar deadline esok hari, padahal karena aku menunda-nunda pekerjaan dan akhirnya harus mengebutnya dalam semalam.
Aku benci seperti ini.
Aku benci diriku sendiri.
Masih terlalu payah mengatur waktu. Terlalu manja pada diri sendiri. Tidak disiplin. Mau jadi apa kalau seperti ini terus? Pasti akan membuat kinerjaku payah jika aku tak segera memperbaikinya. Ya, memperbaikinya. Berulang kali aku berjanji pada diri sendiri dan berusaha untuk belajar dari pengalaman, tidak mengulangi perbuatan-perbuatan bodoh seperti ini. Belajar untuk menghargai waktu tiap detiknya, belajar mengerjakan segala sesuatunya sekarang bukan nanti atau besok, belajar tidak berleha-leha dan tidak menunda pekerjaan. Semuanya masih dalam tahap belajar. Aku belajar menjadi keras pada diriku sendiri. Sebab jika bukan aku, siapa lagi?
Yah begitulah sedikit ceritaku pagi ini. Hingga saat ini aku akan terus belajar dari kebodohanku tersebut. Aku tak mau kelak di masa depan aku gagal akan hal besar hanya karena aku tidak bisa mengatasi kebodohanku yang sepele ini. Aku harus semangat, tegas, dan disiplin pada diriku. Tidak boleh manja dan bersantai-santai. Ayo Khezia semangat! Terus belajar dari setiap proses yang ada. Yak, SEMANGAT!"
Source : http://enjoy-mine.blogspot.com/2014/06/belajar-dari-kebodohan.html
Pak Topik menjahitnya kopiah
Kopiah dijahit Beldu yang utuh
Wabillahi taufik walhidayah
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
EmoticonEmoticon